‘Apa itu Ateis?’ – Sylvain Maréchal

 

Ambil Saja via Sini, Nggak Usah Sungkan…

 

_

 

Lebaran terjadi lagi. Selamat mengawal Syawal 1441 Hijriyah.

Maka dengan momen itu, dihantarkanlah kado spiritual ini. Ya, ini merupakan kado spiritual bagi siapa saja jika pemikirannya jernih & berjiwa fitri. Tak peduli ateis, beragama, atau percaya makhluk seabstrak apa pun untuk disembah, asal kamu tidak menafikan keliaran nalar serta tidak menggurui orang-orang yang perutnya lapar, kamu layak membaca pamflet spiritual ini.

Tak bisa dipungkiri, ateis kerap mengandalkan nalarnya untuk merasionalisasi segala hal untuk meniadakan tuhan atau malah mencipta “tuhan”-nya sendiri. Dan itu memang fakta. Namun di balik pemujaan akal rasionalnya, ateis-ateis juga memiliki beban moral—yang kadang juga emosional. Terbukti lewat pamflet ini, Sylvain Maréchal, penganjur moral ateisme, menuliskan tata laku menjadi ateis yang bijaksana dalam menghidupi dirinya.

Pamflet ini tetap bukanlah kado moralis. Pamflet ini hanyalah pengantar yang bisa membujukmu untuk menghidupi hidup meskipun jerat “zaman tontonan” erat merangkulmu di dunia maya. Maka silahkanlah tonton saja para ateis dan agamawan yang berkiprah debat keceng-kecengan via online terasa bingar menyalakan ujaran-ujaran picik serta ke-baper-an diri mereka masing-masing. Karena zaman ini zaman tontonan, jangan lupa asup isi kado bermaksud spiritual ini. Jangan lekas tumbang, karena hampir semua hari adalah hari raya.

Salam, takbir.